Versions

Description

Seperti diuraikan dalam buku terdahulu, Rich Dad Poor Dad, ayah kandung saya adalah pengawas pendidikan negara bagian Hawaii pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Akhirnya dia mengundurkan diri dari jabatannya dan mencalonkan diri untuk wakil gubernur sebagai anggota Partai Republik, yang ternyata bukan merupakan keputusan terbaik. Dia memilih itu karena desakan kesadaran moral. Dia sangat marah melihat tingkat korupsi yang dia temukan dalam pemerintahan, dan dia ingin mengubah sistem pendidikan. Dia berpikir bahwa dia dapat melakukan sesuatu untuk mereformasi sistem tersebut bila dia mencalonkan diri. Sekalipun tahu bahwa kemungkinan menangnya tipis sekali, dia tetap maju dan menggunakan kampanyenya untuk mengungkapkan apa yang salah dan menurutnya harus diperbaiki. Terapi seperti kita semua tahu, publik tidak selalu memilih kandidat yang paling jujur. Saya masih yakin bahwa ayah saya adalah searang jenius akademik. Dia adalah pembaca yang rakus, penulis besar, pembicara pandai, dan guru yang hebat. Dia adalah murid yang hebat sewaktu sekalah dan diangkat sebagai ketua kelas. Dia lulus dari Universitas Hawaii lebih dulu dari teman-teman sekelasnya dan menjadi salah satu kepala sekolah termuda dalam sejarah Hawaii. Dia ditawari untuk mengambil studi lanjut di Stanford University, University of Chicago, dan Northwestern University. Pada akhir 1980-an, dia dipilih oleh rekan-rekan sejawatya sebagai salah satu dari dua pendidik hebat dalam sejarah 150 tahun pendidikan umum di Hawaii dan dianugerahi gelar doktor kehormatan. Sekalipun saya menyebut dia ayah saya yang miskin karena dia selalu tak punya uang, tak peduli berapa pun uang yang dia hasilkan, saya sangat bangga padanya. Dia sering mengatakan, "Aku tidak tertarik pada uang." Dia juga mengatakan, "Aku tidak akan pernah kaya." Dan kata-kata itu menjadi ramalan yang terpenuhi. Setelah membaca Rich Dad Poor Dad, banyak orang mengatakan, Aku berharap sudah membaca buku ini dua puluh tahun yang lalu." Lantas ada yang bertanya pada saya, "Mengapa anda tidak menulisnya lebih dini?" Jawaban saya, "Karena saya menunggu ayah saya meninggal sebelum menulisnya." Saya menunggu selama lima tahun karena rasa hormat saya padanya. Saya rasa buku ini bisa menyakitinya jika dia membacanya selagi masih hidup ... tapi dalam bentuk roh, saya kira dia mendukung pelajaran-pelajaran yang dapat kita pelajari dari hidupnya. Dalam buku ini, Rich Kid Smart Kid, banyak gagasan tentang bagaimana anak-anak belajar dan mengapa semua anak dilahirkan pandai berasal dari ayah saya. Cerita berikut ini adalah tentang teman sekelas saya yang dicap jenius sejak kecil. Tapi cerita ini juga tentang bagaimana kita semua adalah jenius dalam satu atau lain cara Apakah Anak Anda Mempunyai IQ yang Tinggi. Optimization 1 by https://seocrypt.com/jasa-seo-solo/

Repository

https://github.com/merizakrisna/JASA-SEO.git

Project Slug

ayah-saya-percaya-bahwa-semua-anak-dilahirkan-jenius

Last Built

3 years, 3 months ago failed

Maintainers

Home Page

https://sekaliklik.id/

Badge

Tags

yang, jenius, ayah

Short URLs

ayah-saya-percaya-bahwa-semua-anak-dilahirkan-jenius.readthedocs.io
ayah-saya-percaya-bahwa-semua-anak-dilahirkan-jenius.rtfd.io

Default Version

latest

'latest' Version

master