Versions

Description

"Saya menyaksikan semuanya. Anak-anak itu mulai mengusiknya. Tapi kali ini, Robert tidak hanya berdiri dan menerimanya. Dia meminta mereka untuk berhenti mengganggu ... namun mereka tidak peduli. Dengan sabar dia meminta mereka untuk berhenti sampai tiga kali. Tapi mereka malah mengejeknya. Tiba-tiba Robert berian ke dalam kelas, menarik ember makan siang anak-anak itu, dan menuangkannya ke dalam genangan air berlumpur. Ketika saya berian melintasi lapangan, anak-anak itu menyerang Robert. Mereka mulai memukulnya, tetapi dia tidak membalas." "Apa yang dia lakukan?" tanya ayah saya. "Sebelum saya tiba di sana untuk melerai, Robert menarik dua anak dan menjaruhkan mereka ke lumpur tersebut. Karena itulah dia terciprat lumpur. Saya memulangkan kedua anak itu untuk anti pakaian karena mereka basah kuyup." "Tetapi aku tidak memukul mereka," kata saya dari sudut ruangan itu. Kepala sokolah dan wali kelas saya menganggukkan kepala ketika wali kelas saya mengatakan, "Saya senang saya menyaksikan semua perisriwa yang berkembang selama dua bulan yang lalu. Jika saya tidak tahu kisah yang menuntun ke masalah lumpur ini, saya pasti sudah memarahi Robert. Tetapi kalian tidak perlu cemas, karena saya juga akan memanggil orangtua dan sekaligus kedua anak tersebut. Saya tidak memaafkan perbuatan melemparkan anak-anak itu dan makan siang mereka ke dalam lumpur, tetapi sekarang saya berharap kita akan melihat bahwa gangguan yang terjadi di antara anak-anak ini akan berakhir." Hari berikutnya, saya dipertemukan dengan kedua anak itu. Kami membicarakan berbagai perbedaan kami dan berjabat tangan. Pada saat istirahat, anak-anak lain menghampiri saya dan menjabat tangan saya, dan memuji saya. Mereka memberikan ucapan selamat pada saya karena berani melawan dua anak pengganggu yang selalu mempermainkan mereka juga. Saya berterima kasih atas ucapan selamat mereka, tapi saya juga mengatakan pada mereka, "Kalian seharusnya belajar untuk melanjutkan perjuangan kalian sendiri. Jika tidak, kalian akan hidup sebagai pengecut, membiarkan para pengganggu di dunia ini mempermainkan kalian." Ayah saya pasti akan bangga mendengar saya mengulangi kuliahnya pada saya. Setelah hari itu, kelas satu menjadi lebih menyenangkan. Saya memperoleh harga diri yang berharga, saya mendapat respek dari kelas saya, dan gadis tercantik di kelas saya menjadi pacar saya. Terapi yang lebih menarik adalah bahwa dua pengganggu itu akhirnya menjadi teman saya. Saya belajar membawa damai dengan menjadi kuat dan bukan dengan membiarkan teror dan ketakutan bercokol tenis karena saya lemah. Lebih dari seminggu kemudian, saya belajar beberapa pelajaran kehidupan yang berharga dari ibu dan ayah saya berdasarkan insiden tanah berlumpur itu. Insiden tersebut merupakan topik diskusi yang hangat saat makan malam. Saya belajar bahwa dalam hidup ini tidak ada jawaban benar atau jawaban salah. Saya belajar bahwa dalam hidup ini kita cenderung membuat pilihan, dan setiap pilihan mem- punyai konsekuensi. Dari insiden tanah berlumpur itu saya belajar tentang pentingnya bersikap baik hati dan penuh kasih dari ibu saya dan bersikap kuat dan siap untuk "membalas" dari ayah saya. Saya belajar bahwa terlalu banyak memiliki sikap yang satu atau yang Iain, atau hanya memiliki yang satu dan tidak yang lainnya, dapat membatasi diri. Optimization 1 by https://seocrypt.com/jasa-seo-solo/ Optimization 1 by https://sekaliklik.id/harga-jasa-seo-bandung/

Repository

https://github.com/merizakrisna/JASA-SEO.git

Project Slug

agar-menjadi-anak-hebat-dan-berani

Last Built

2 years, 10 months ago passed

Maintainers

Home Page

https://sekaliklik.id/

Badge

Tags

anak, hebat

Short URLs

agar-menjadi-anak-hebat-dan-berani.readthedocs.io
agar-menjadi-anak-hebat-dan-berani.rtfd.io

Default Version

latest

'latest' Version

master